You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Warga Minta Mesin Pengolah Plastik Segera Dioperasikan
photo Suparni - Beritajakarta.id

Warga Pulau Harapan Minta Mesin Pengolah Sampah Dioperasikan

Warga di Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu berharap mesin pengolah sampah plastik menjadi biji plastik segera dioperasikan.

Kita minta segera dioperasikan, karena kami juga sudah dilatih cara membuat biji plastik dengan alat itu

Pengoperasian mesin ini akan mendukung program reduce, reuse dan recycle (3R). Sehingga, sampah yang dihasilkan masyarakat setempat masih dapat memberikan manfaat dan bernilai ekonomis.

"Kita minta segera dioperasikan, karena kami juga sudah dilatih cara membuat biji plastik dengan alat itu," kata Ismail (45), warga setempat, Rabu (11/1).

Pulau Seribu Kekurangan Mesin Pengolah Sampah

Sementara itu, Lurah Pulau Harapan, Murta'a mengatakan, meski belum dipakai, alat tersebut hingga kini masih terawat dengan baik.

"Dengan adanya Sudin Lingkungan Hidup, kita berharap dari dinas segera dilimpahkan kewenangannya supaya mesin segera dapat beroperasi," ujarnya.

Mesin pengolah plastik ini dibangun menggunakan anggaran dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta pada 2014 lalu. Sebanyak 15 orang warga telah dilatih untuk mengoperasikan mesin dan cara mengolah biji plastik.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6901 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5680 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3525 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2132 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1896 personAnita Karyati